Welcome to Cellular Education Video Learn Blog

Membahas dan menampilkan video tutorial software analysis telekomunikasi seluler dan edukasi seputar dunia telekomunikasi seluler | Discussing and showing tutorial video of cellular telecommunications software analysis and education around the cellular telecommunications.

Information

Ask What You Want.

Showing posts with label Telecommunication. Show all posts
Showing posts with label Telecommunication. Show all posts

Wednesday, 23 November 2016

DEFENISI CELL RESELECTION PADA KOMUNIKASI SELULER DAN KONSEPNYA

DEFENISI CELL RESELECTION 
PADA KOMUNIKASI SELULER DAN KONSEPNYA


Cell Reselection adalah proses perpindahan mobile user dari satu cell ke cell yang lain pada saat idle mode (kondisi handphone diam atau tidak melakukan aktifitas apapun seperti menelpon, streaming video, ataupun download/upload). Cell awal yang ditinggalkan disebut source cell sedangkan cell tujuan disebut dengan target cell.

Pada 3G to 3G Cell Reselection, User Equipment (UE/Hp) akan merangking WCDMA cell Berdasarkan kriteria berikut yang sering disebut sebagai S Criteria.

Squal = CPICH_Ec/No - qQual Min > 0 dan
Srxlev = CPICH_RSCP - qRxLev Min-Pcompensation> 0
Pcompensation = max ( max Tx power UI - maximum UE power, 0)

Cell-cell yang memenuhi S Criteria kemudian dirangking menurut R Criteria

Rserving = CPICH_Ec/No + qHyst2
Rneighbour = CPICH_Ec/No - qOffset2sn

Pada UE akan terjadi proses cell reselection jika cell baru memenuhi kriteria cell reselection selama waktu time interval treSelection

Contoh : 

Serving Cell : Cell A;
Neighbour cell : Cell B, Cell C, Cell D, Cell E
qQualMin : -18 dB
qRxLevMin : -118 dBm
qHyst2 : 4 dB
qOffset2sn : 0 dB



Pertanyaannya :

1. Bagaimana rangking cell reselection dari cell-cell tersebut ?
2. Proses apa yang akan terjadi ?
3. Cell mana yang tidak lolos kriteria S ?

Jawabannya :


1. Rangking Cell :
      1st : Cell B
      2nd : Cell A
      3rd : Cell C

2. Akan terjadi proses reselection dari Cell A ke Cell B setelah timer treSelection expired.

3. Cell D dan Cell E tidak lolos pada criteria S. Cell D tidak lolos kriteria Squaldan Cell E tidak lolos kriteria     Srxlev.

Source : 
* 3G Planning and Optimization by Lingga Wardhana


Tuesday, 22 November 2016

LANGKAH INSTALASI DAN PENGATURAN PRIVATE BRANCH EXCHANGE (PBX)



BAB III
LANGKAH INSTALASI DAN PENGATURAN PBX

I. DASAR TEORI
1. Jaringan Lokal Akses Tembaga ( JARLOKAT )
            Jaringan Lokal Akses Tembaga merupakan Jaringan telepon yang bisa menyambungkan antara pusat telepon ( sentral ) dengan pelanggan. Sistem kerja jaringan local akses tembaga ( Jarlokat ) itu sendiri adalah, pertama – tama STO akan mengirimkan sinyal atau kode ke RK ( Rumah Kabel ) yang kemudian di teruskan ke KP, Lalu diteruskan ke KTB, selanjutnya masuk ke Soket Pelanggan, dan terakhir tersambung ke pesawat telepon pelanggan. Adapun komponen – komponen penyusun dari Jaringan Lokal Akses Tembaga ( JARLOKAT ) ini adalah :
           
1. Sentral Telepon : Sentral Telepon yaitu merupakan Pusat dari telepon seluruh pelanggan telepon, tugas sentral telepon  adalah menghubungkan semua pelanggan agar dapat saling terhubung antara pelanggan yang satu dengan pelanggan yang lain.

2. Rangka Pembagi Utama ( RPU ) : Rangka Pembagi Utama biasa disebut juga Main Distribution Frame ( MDF ), Rangka Pembagi Utama biasa ditemukan di kantor – kantor telepon yang bersifat menengah ke atas. Rangka Pembagi Utama atau MDF ini berfungsi sebagai tempat disambungnya kabel primer dan kabel ari sentral.
3. Rumah Kabel ( RK ) : Rumah Kabel atau RK ini sering di jumpai di pinggiran trotoar jalan, Rumah Kabel ini menyimpan banyak kabel – kabel pelanggan yang berada di daerah dimana letak rumah kabel tersebut berada. Fungsi RK itu sendiri adalah menyimpan kabel – kabel yang merupakan nomor – nomor telepon pelanggan.


II. LANGKAH PRAKTIKUM  5
1. Rangkailah modul PBX dan kelima pesawat telepon. Lalu nyalakan PBX.
2. Lakukan pemanggilan dari satu ekstensi ke ekstensi lainnya.
3. Lakukan percakapan antara 2 pasang ekstensi secara bersamaan dan catat hasilnya di lembar pengamatan.
4. Sambungkan saluran telepon ke PBX
5. Lakukan pemanggilan dari suatu ekstensi ke ekstensi lainnya.
6. Lakukan pembatasan panggilan keluar untuk saru nomor ekstensi.
7. Lakukan panggilan keluar untuk nomor SLJJ dan nomor telepon seluler dari nomor ekstensi yang dibatasi.
8. Lakukan pembatasan panggilan keluar khusu untuk nomor telepon seluler pada satu nomor ekstensi lain.
9. Lakukan panggilan keluar untuk nomor SLJJ dan  Telepon Seluler dari nomor ekstensi tersebut.
10. Lakukan pembatalan pembatasan  panggilan keluar untuk kedua nomor ekstensi tersebut.
11. Lapaskan koneksi pesawat telepon ekstensi ke-4 dan ke-5 dari PBX.
12. Lakukan panggilan masuk ( lewat telepon seluler ) ke nomor sambungan telepon PBX.
13. Matikan nada dering untuk ekstensi pertama dan ketiga.
14. Lakukan kembali panggilan masuk.
15. Alihkan panggilan masuk tersebut ke ekstensi pertama atau ketiga.
16. aktifkan lagi nada dering untuk kedua ekstensi tersebut.
17. Matikan PBX. Lepaskan saluran telepon dari seeluruh PBX. Lepaskan pula seluruh sambungan pesawat telepon ke PBX.


III. ANALISA
Pada praktikum modul III tentang INSTALASI DAN PENGATURAN PBX ini dapat dianalisa bahwa Sistem kerja Jaringan Lokal Akses Tembaga yaitu bagi dari instalasi dan pengaturan PBX dapat berfungsi sebagai penghubung antara pelanggan yang satu dengan pelanggan yang lain.
Adapun Cara Kerja dari Instalasi dan pengaturan PBX ini adalah, Pertama – tama sinyal dikirmikan melalui STO ke RPU yang selanjutkan di teruskan ke RK atau rumah kabel, lalu di teruskan ke KP, selanjutnya dihubungkan ke KTB, setelah itu, maka sinyal akan masuk ke sekot pelanggan, dan selanjutnya masuk ke Pesawat telepon pelanggan.
Sistem kerja komponen – komponen penyusun Jaringan Lokal Akses Tembaga adalah Mengatur atau menghubung kan antara pelanggan. Lalu Rangka Pembagi Utama sebagai tembat penyambung antara kabel primer dan ari sentral.
            Selanjutnya tugas Rumah Kabel adalah sebagai tempat penyambung  antara kabel primer dan kabel sekunder. Dan sebagai tempat penyimpanan kabel kabel primer dan sekunder pelanggan telepon.
            Adapun fungsi lain dari Rumah Kabel itu sendiri adalah sebgaiu tempat penjumperan kabel primer dan kabel sekunder. Bentuk Rumah Kabel itu sendiri adalah berbentuk kotak dan terbuat dari besi dan fiber.
            Selanjutnya Kotak Pembagi ( KP ), kotak pembagi atau KP ini memiliki fungsi sebagai penyambung antara kabel sekunder dengan kabel distribusi. Fungsi lain KP adalah sebagai tempat memutas jaringan telepon yang menuju ke rumah – rumah pelanggan.
            Bentuk Kotak pembagi itu sendiri diklasifikasikan menjadi Kotak pembagi tiang ( KPT ) yaitu kotak kecil yang berada di atas tiang – tiang Telkom, lalu kotak pembagi dinding ( KPD ),  yaitu kotak kecil yang sering berada di rumah – rumah.
            Selanjutnya ada Kotak Pembagi ( Terminal Post/ TP ) dipasang di atas tanah dan kemudian di sambungkan ke Pembagi bawah tanah/ SPBT ( dipasang dibawah tanah yaitu pada dinding Pit Handhole ).
            Selanjutnya ada KTB ( kotak Terminal Batas ) tempat disambungkan nya kabel distribusi dengan kabel instalasi dalam rumah.


IV. KESIMPULAN
Dari Praktikum Modul III tentang Instalasi dan Pengaturan PBX ini di simpulkan sebagai berikut :

§  Jaringan Lokal Akses tembaga ( Jarlokat ) berfungsi sebagai penghubung antara pusat atau sentral telepon dengan pelanggan telepon.

§  Sentral Telepon Otomat ( STO ) memiliki fungsi sebagai pengatur hubungan pelanggan satu dengan pelanggan yang lain.

§  Rangka Pembagi Utama biasa disebut MDF ( Main Distribution Frame ) memiliki fungsi sebagai tempat penyambung antara kabel primer dan kabel ari sentral.

§  Fungsi Rumah Kabel adalah menyimpan seluruh kabel – kabel sekunder dan primer yakni merupakan nomor – nomor telepon pelanggan.

§  Fungsi Kotak Pembagi adalah Tempat disambungkannya kabel sekunder dengan kabel distribusi.

§  Kotak Terminal Batas ( KTB ) memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan antara kabel distribusi dengan kabil instalasi dalam rumah. 

DAFTAR PUSTAKA

1. (1) Langkah praktikum bab I “Dasar Penggunaan Spektrum Analyzer” di ambil dari modul Sistem Telekomunikasi.
5. (5) Langkah praktikum bab III “Instalasi dan Pengaturan PBX” diambil dari modul Sistem Telekomunikasi.

Thursday, 12 July 2012

PERBANDINGAN ANTARA MSAN DAN GPON

         
Nah sebelumnya saya udah berbagi info mengenai Teknologi GPON, nah kebetulan udah banyak yang masuk ke email saya nanyain apa sih bang bedanya MSAN ama GPON ?? ... nah langsung aja di sruuuttt gan ... hahahahaha ....MSAN (Multi Services Access Network) merupakan perangkat access network yang melayani multi services, seperti ADSL, SHDSL, E1, POTS, Ethernet. Topologi MSAN sendiri merupakan biasanya stacking (bertingkat) atau master slave architectureyang berarti node slave digunakan sebagai perpanjangan tangan dari master. Jika node master tidak cukup maka akan digunakan slave untuk menambah kapasitas master. Chassis dan module biasanya sama antara master dan slave. 

Untuk melakukan stacking, uplink card yang diutilisasi sebagai module stack. Services yang ditawarkan MSAN bersifat modular dan menempel pada chassis MSAN. Misal satu card ADSL (atau IP-ADSL) memiliki 48 port sehingga ada 48 pelanggan ADSL yang bisa berlangganan dengan kecepatan sampai 24 Mbps downstream dan upstream 3.5 Mbps. Dari tipe keluarga FTTx, MSAN sendiri lebih tepat dinamakan FTTC (Fiber to the Curb) karena services akan didistribusikan ke pelanggan dari node cabinet yang berada di pinggir jalan ke residential user via copper. Jadi Fiber diterminasi di node MSAN.

GPON merupakan teknologi FTTx yang dapat mendeliver services sampai kepremise pelanggan menggunakan fiber optic cable. Jika sebelumnya customer menggunakan kabel tembaga pada instalasi perkabelan di sisi pelanggan, maka sekarang instalasi perkabelan bisa menggunakan optik. Keunggulannya adalah bandwidth yang ditawarkan bisa mencapai 2.488 Gbps (downstream) sampai pelanggan tanpa ada kehilangan bandwidth. Konfigurasi network GPON adalah Optical Line Terminal (OLT), Optical Distribution Network (ODN), dan Optical Network Termination/Unit (ONT/ONU). Jadi FTTH (fiber to the home) ataupun FTTB (fiber to the building) merupakan skema yang pas untuk GPON. ONT hanya sebesar modem ADSL mengantarkan layanan broadband ke pelanggan. Interface ONT sendiri bisa dikombinasikan antara Fast Ethernet (FE), POTS, dan RF overlay tergantung keinginan customer.  Varian ONT dengan tipe interface yang berbeda-beda ditawarkan oleh operator. Inilah salah satu fleksibilitas dari GPON. Triple play dalam satu box kecil yang dapat berupa wall mounted atau diletakkan di meja.

Biasanya ada vendor yang menggabungkan platform MSAN dan GPON dalam satuchassis. Dengan penggabungan platform ini, jika operator ingin melakukan ekspansi services langsung dari node tersebut, bisa langsung dipasang padachassis. Pada dasarnya GPON services biasanya embedded dalam satu GPON card yang merupakan sebuah line services card sebelum di-split ke 64 ONT/ONT.

Tuesday, 26 June 2012

SEJARAH BERDIRINYA SMARTFREN

PT Mobile-8 Telecom Tbk
SMARTFREN

PT Mobile-8 Telecom Tbk (“Mobile-8” atau “Perseroan”) didirikan pada bulan Desember 2002. Pada tahun 2003, Perseroan mengakuisisi dua operator telepon selular berlisensi, yaitu Komselindo dan Metrosel, dan mulai beroperasi sebagai penyelenggara jasa selular dengan menggunakan basis teknologi CDMA. Layanan yang pertama kali diluncurkan oleh Mobile-8 adalah Layanan Selular Prabayar dengan brand “Fren” yang dioperasikan pada bulan Desember 2003 dengan berbasis jaringan CDMA 2000-1X.

Pada bulan April 2004, Mobile-8 meluncurkan Layanan Selular Fren Paskabayar pada jaringan yang sama. Lima bulan kemudian Perseroan mengakuisi satu lagi operator telepon selular berlisensi, yaitu Telesera. Perseroan juga serta merta menyelesaikan peralihan sistem telekomunikasi yang dioperasikan ketiga operator berlisensi yang diakuisi tersebut dari sistem selular analog menjadi sistem selular digital CDMA.

Pada tahun 2006, Mobile-8 memperkenalkan layanan 3G pada jaringan CDMA EVDO, serta melakukan pencatatan perdana saham pada Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta). Langkah-langkah Perseroan di pasar modal terus berlanjut, dimana pada tahun 2007 Mobile-8 berhasil menerbitkan obligasi Rupiah pertamanya yang juga dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. Kemudian, Perseroan juga turut meramaikan pasar modal regional dengan penerbitan Eurobond pertamanya yang dicatatkan di Bursa Efek Singapura.

Pada bulan April 2008, Mobile-8 memperkenalkan fitur baru yaitu “World Passport”, dimana Mobile-8 menjadi operator CDMA pertama di dunia yang bergabung dengan Asosiasi GSM sehingga memungkinkan pelanggan Mobile-8 melakukan PT Smartfren Telecom, Tbk. adalah operator penyedia jasa telekomunikasi berbasis teknologi CDMA yang memiliki lisensi selular dan mobilitas terbatas (fixed wireless access), serta memiliki cakupan jaringan CDMA EV-DO (jaringan mobile broadband yang setara dengan 3G) yang terluas di Indonesia.

Smartfren juga merupakan operator telekomunikasi pertama di dunia yang menyediakan layanan CDMA EV-DO Rev. B (setara dengan 3,5G dengan kecepatan unduh s.d. 14,7 Mbps) dan operator CDMA pertama yang menyediakan layanan Blackberry.

Jasa dan layanan Smartfren memiliki nilai-nilai (values) yaitu sebagai mitra yang terbaik bagi pelanggan dengan menawarkan solusi yang cerdas dalam layanan-layanan telekomunikasi untuk meningkatkan pengalaman hidup pelanggan dalam berkomunikasi.

Sebagai operator CDMA yang menyediakan jaringan internet kecepatan tinggi bergerak (mobile broadband) yang terluas di Indonesia, Smartfren berkomitmen untuk menjadi penyedia layanan telekomunikasi yang terjangkau bagi masyarakat dengan kualitas terbaik.

‘The Best Call Center Award 2009’

Jakarta, 12 Maret 2009
Mobile-8 merupakan satu-satunya operator CDMA yang meraih penghargaan The Best Call Center 2009 untuk kategori Telecommunication dari Carre – Center of Customer Satisfaction & Loyalty (Carre- CCSL), yaitu sebuah lembaga independen yang khusus memberikan jasa konsultasi mengenai pengembangan pelayanan konsumen. Penghargaan tersebut ditujukan kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai memiliki layanan call center yang baik, dan diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi pelaku call center di Indonesia.
Fren Duo di Rekor MURI

Jakarta, 11 Juni 2009
Mobile-8 sebagai satu-satunya operator telekomunikasi yang memiliki dua lisensi untuk layanan seluler dan mobilitas terbatas (FWA), mendapatkan penghargaan dan pengakuan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas inovasinya dalam meluncurkan layanan Fren Duo.

Layanan ini memungkinkan pelanggan untuk menikmati manfaat-manfaat layanan seluler Fren dan nomor telepon rumah (FWA) di dalam satu kartu RUIM secara bersamaan (dual-on). Kehadiran Fren Duo semakin mempertegas Fren sebagai layanan seluler yang paling ‘hemat dan tidak repot.’

Peristiwa Penting 2009
29 Januari 2009
Peluncuran layanan ‘Fren Sobat’, Jakarta Launching of ‘Fren Sobat’ service, Jakarta.
30 Januari 2009
Edukasi CDMA di Wall Street Institute, Jakarta.
Educating the CDMA at Wall Street Institute, Jakarta.
4 Februari 2009
Peluncuran layanan ‘Mobi’ di Jakarta.
Launching of ‘Mobi’ sevice in Jakarta.




11 Februari 2009
Peluncuran program ‘Asuransi Kecelakaan’, Jakarta.
Launching of ‘Asuransi Kecelakaan’ program, Jakarta.
19 Februari 2009
Peluncuran layanan ‘Mobi’, Bandung.
Launching of ‘Mobi’ service in Bandung.
25Februari 2009
Peluncuran FWA area baru, Yogyakarta. Launching of ‘FWA’ in a new area of Yogyakarta.

12 Maret
2009
Meraih Penghargaan ‘The Best Call Center Award 2009’, Jakarta. Award winner of ‘The Best Call Center Award 2009’, Jakarta.

29 April
2009
Rapat Umum Pemegang Obligasi, Restrukturisasi Obligasi Rupiah, Jakarta. Bondholders Meeting, IDR Bonds Restructuring, Jakarta.

5 Mei
2009
Peluncuran ‘Paket Maxi’, produk baru Fren Paskabayar, Jakarta
Launching of ‘Paket Maxi’, a new product from Fren Paskabayar, Jakarta.

5 Mei
2009
Peluncuran ‘Paket FWA Paskabayar’, Jakarta. Konferensi Pers.
Launching of ‘Paket FWA Postpaid’, Jakarta. Press Conference.

14 Mei
2009
Peluncuran ‘PonselPay’, layanan pembayaran melalui telepon selular, Jakarta. Launching of ‘PonselPay’, a payment service through phone cellular, Jakarta.

15 Mei
2009
Peluncuran ’Mobi USB Modem’. Konferensi Pers. Launching of ’Mobi USB Modem’. Press Conference.

29 Mei
2009
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa, Perubahan Anggaran Dasar, Jakarta. Annual and Extraordinary General Meeting of Shareholders, Changes of Article of Association, Jakarta.

11 Juni
2009
Hadir di Indonesia Cellular Show 2009, Jakarta. Present in Indonesia: Cellular Show 2009, Jakarta.


11 Juni
2009
Peluncuran layanan ‘Fren Duo’, raih Rekor MURI, Jakarta. Launching ‘Fren Duo’ service, MURI Award, Jakarta.

12 Juni
2009
Peluncuran program ‘Ayo Menabung’, Jakarta. Launching of ‘Ayo Menabung’ program, Jakarta.

19 Juni
2009
Peluncuran ‘Mobi Unlimited’, Jakarta. Konferensi Pers. Launching of ‘Ayo Menabung’ program, Jakarta. Press Conference.

29 Juni
2009
Rapat Umum Pemegang Obligasi, Finalisasi Restrukturisasi Obligasi Rupiah, Jakarta. Bondholders Meeting, Finalize IDR Bond’ Restructuring, Jakarta.